OLEH :M.RUSLI BIN AMIR
Dengan mengucap Alhamdulillah atas rahmat dan nikmatnya telah tersusun buku kecil ini
yang berjudul “ PEDOMAN PENERUS AKHLAK RASULULLAH “ yang dihajadkan oleh Abah Rusli yang tercinta.
Buku kecil ini menekankan betapa pentingnya pelajaran akhlak tersebut. Mengingat betapa
banyaknya orang Islam berilmu yang hancur akhlaknya.
Kita sedih sekali melihat banyak ahli sujud dan ahli kitab yang tidak sesuai antara kata dan
perbuatan
.Harapan dari buku kecil ini adalah menghidupkan kembali akhlak Rasulullah, sehingga
umat Islam tidak terpecah belah seperti keadaan sekarang ini.
Terbitnya buku kecil ini untuk memperingati lahirnya Nabi Muhammad atau turunnya Nur
Muhammad dalam siklus 300 tahun yang bertepatan hari SENIN 12 RABBIUL AWAL 1422 H ( JUNI
2001 ) pada zaman milenium.
Buku kecil ini juga merupakan penjabaran dari perjalanan dan pemahaman ilmu yang lurus
serta amaliahnya yang dilakukan oleh Abah Rusli, serta untuk membuka mata hati saudara kita
yang mengaku Islam untuk berhenti jadi tukang fitnah.
Buku kecil ini diperuntukkan bagi keluarga serta saudara-saudara kita yang mau mengikuti.
Dan apabila dalam buku kecil ini ada yang kurang sepaham, maka kita siap bermujakarah untuk
mencari kebaikan.
Demikian kata pengantar ini kami sampaiakan, dan apabila dalam penyusunan buku ini
terjadi kesalahan mohon dikoreksi serta mohon maaf yang sebesar-besarnya.
Salam kasih dan sayang
Allahu Akbar
Samarinda, Loajanan, 9 Juli 2001
Yang Dhoif
Penyusun
2
1. AKHLAK
2. TUGAS UTAMA RASULULLAH MUHAMMAD SAW
3. TUGAS PENERUS AKHLAK RASULULLAH MUHAMMAD SAW
4. AKHLAK SEBAGAI LANDASAN KESEMPURNAAN ILMU SYARI’AT, TARIKAT,
HAKIKAT, MA’RIFAT.
5. SYARI’AT (TAUHID DAN FIQIH)
6. TARIKAT
7. HAKIKAT
8. MA’RIFAT
9. PENJELASAN (V S/D VIII)
10. BAGAN ALUR
I. AKHLAK
Definisi akhlak ( pemakaian)
Adalah segala sesuatu yang dilakukan seseorang, apabila dinilai kebanyakan orang dalam kategori
baik, maka seseorang tersebut berakhlak baik. Dan apabila dinilai kebanyakan orang jelek, maka
seseorang tersebut dalam kategori berakhlak buruk.
Definisi akhlak ( teori / akademis )
Adalah perbuatan seseorang yang dilakukan secara spontan, tanpa difikir lebih dahulu
apakah perbuatan tersebut merugikanorang lain atau tidak.
Dari dua definisi tersebut berarti amat terkait dengan sifat atau watak seseorang. Sifat/watak
tersebut terbentuk dari sejak kecil, yang sangat dipengaruhi oleh pendidikan di lingkungan
keluarga, lingkungan masyarakat dan lain-lain. Seseorang akan terbentuk sehingga memiliki sifat
terpuji atau tercela. Sifat terpuji akan membawa berakhlak baik,sedangkan sifat tercela membawa
berahklak buruk.
Sifat terpuji adalah segala sesuatu yang kita lakukan setidak-tidaknya, tidak merugikan orang
lain, melainkan malah menguntungkan atau menyenangkan orang lain.
Sifat tercela adalah segala sesuatu yang kita lakukan biasanya merugikan orang dan diri
sendiri atau setidak-tidaknya menimbulkan perasaan orang lain menjadi tidak enak atau tidak
senang.
Sifat ini merupakan bagian dari akhlak, dan akhlak menyangkut hubungan seseorang dengan
orang lain.
Maka penilaiannya tertuju pada adab perilakunya, adab perbuatannya, adab
pembicaraannya dan adab-adab lainnya. Atau dalam bahasa agama menyangkut dengan
Habluminannas.
Dan Habluminannas harus dijalankan dengan aturan yang baik sebab
menyangkut dengan hukum sebab akibat.
,
Apabila adab ini dipakai oleh manusisa dengan baik, maka manusia tersebut akan selamat dan
peradabannya bagus.
Dan adab ini akan mempengaruhi martabat seseorang karena menyangkut
penguasaan ilmu pengetahuan dan cara pemakaian atau prakteknya.
Tingakatan martabat ini
akan membawa seseorang pada kemuliaan baik dimata Tuhan maupun manusia.
Untuk melengkapi kajian masalah akhlak tersebut, kita simak Al-Qur’an surat Al Zalzalah ayat 7-8
yang artinya : Barang siapa mengerjakan kebaikan seberat zarrahpun, niscaya dia akan melihat
balasannya dan barang siapa mengerjakan kejahatan seberat zarrahpun niscaya dia akan melihat
balasannya pula
.
Atau mudahnya bisa diartikan perbuatan baik dibalas baik dan perbuatan jahat
dibalas jahat atau didalam bahasa mantiknya :
Bertanam jagung pasti hasil jagung, tidak mungkin bertanam jagung hasil padi.
4
Dalam pemakaian sehari-hari sebaiknya juga dipelajari soal budi pekerti dan sopan santun.
Dan Al-
Qur’an dalam Al-Isra’ ayat 23-24 telah mengatur bagaimana kita bersikap terhadap kedua orang
tua kita.
Menurut Petuah orang kita dahulu ada tiga hal utama yang wajib kita hormati yaitu :
1. Kedua orang tua kita.
2. Kedua Mertua kita.
3. Para Guru-guru kita
Artinya :
1. Kita tidak akan ada didunia, kalau tidak ada kedua orang tua kita.
Kita tidak akan merasakan kenikmatan dan melangsungkan keturunan, apabila tidak ada
anak mertua kita.
2. Kita tidak akan merasakan kenikmatan dan melangsungkan keturunan, apabila tidak ada
anak mertua kita.
3. Kita tidak akan pintar apabila tidak ada Guru yang mengajari kita.
II. TUGAS UTAMA RASULULLAH MUHAMMAD SAW.
Hal ini berkaitan dengan turunnya Surat Muddatsir ayat 1-7 di Gua Khira yang artinya : Hai
orang yang berselimut, bangun dan berilah peringatan !
Besarkanlah nama ( Tuhanmu ), Bersihkanlah pakaianmu, jauhilah perbuatan ma’siat, janganlah
kamu memberi karena hendak memperoleh yang lebih banyak. Dan hendaklah kamu bersabar
untuk memenuhi perintah Tuhanmu.
Dapat disimpulkan tugas Muhammad Saw, agar mereka meninggalkan agama berhala beralih
kepada agama Tauhid yang tujuannya tidak lain adalah memperbaiki dan menyempurnakan
akhlak manusia, karena pada waktu itu akhlak manusia sudah sangat bejat ( rusak ) dan jamannya
terkenal dengan sebutan Jahiliyah.
Apa relevansinya tugas Rasulullah Saw dengan keadaan bangsa kita, yang mayoritas penduduknya
80% beragama Islam
.
Banyaknya Pesantren,banyaknya para Ulama ( Kyai ). Tetapi sekarang ini,
perbuatan yang betul-betul sangat tercela bisa kita jumpai dimana-mana dan rata-rata pelakunya
orang Islam. Hal ini pasti ada sebabnya, mari kita cari sebab tersebut antara lain :
1. Apakah ajaran Islam yang telah ditinggal Muhammad Saw 14 abad lebih yang silam telah
terjadi penyimpangan ajaran atau pemahaman yang salah. Ingat pesan Rasulullah Saw
dalam sebuah hadits : Bahwa umatku akan terpecah menjadi 73 golongan dan yang benar
hanya satu.
5
2. Apakah terjadi krisis Akhlak para Ulamanya, yang kemungkinan hanya pandai bicara tentang
agama, tetapi tidak bisa memberi contoh nyata atau teladan bagi umatnya.
3. Apakah kita sudah lupa pesan Rasulullah Saw setelah perang Badar, bahwa masih ada
perang yang lebih besar yaitu : Perang melawan hawa nafsu. Mengingat sekarang ini zaman
Millenium yang mana perlombaan mencari materi menjadi patokan utama,sehingga
derajad seseorang hanya di ukur karena banyaknya materi yang diperoleh.
Kalau kita pikirkan dan sesuai dengan keadaan sekarang, maka tiga sebab tersebut sudah
nyata kita rasakan. Dan sebagian besar umat kita rupanya tidak tahu caranya yang tepat untuk
melawan hawa nafsu. Terutama tiga hal yang meruntuhkan iman seseorang yaitu HARTA, TAHTA
dan WANITA.
Rupanya tugas Rasulullah Saw masih harus kita perjuangkan untuk mengakhlakkan
kembali umat Islam. Tugas ini sebetulnya cukup berat karena sasarannya adalah seseorang yang
pintar-pintar atau mengaku pintar, karena sudah merasa Alim. Sehingga tidak mudah meluruskan
pemakaian ilmu, karena mereka sedang terdinding dengan ilmu yang dipakai.
III. TUGAS PENERUS AKHLAK RASULULLAH MUHAMMAD SAW.
Adalah menelusuri kembali ajaran yang benar dan pemakaian ilmu yang benar. Ada pesan
lain yang disampaikan Rasulullah Saw yaitu bahwa umatku ini seperti segelas susu dan setelah
setelah segelas susu di tumpah dan tinggal susu yang tertinggal di dalam gelas itulah umatku
yang benar.
Berarti umat Muhammad Saw yang benar hanya sedikit sekali. Dan ini kelihatannya
sangat cocok pada zaman Milenium ini, oleh karena itu kejayaan Islam dapat diperoleh lagi
apabila tugas kita bisa menjadikan satu dari 73 golongan yang terpecah.
Sebelum mengupas hal yang lebih lanjut, tentunya kita harus mencari jawaban lebih dahulu
penyebab terjadinya perpecahan dikalangan umat Islam yaitu :
1. Umat Islam mempunyai empat Imam yaitu : Imam Syafi’i,imam maliki, Imam Hambali dan
Imam Hanafi. Empat Imam tersebut walaupun satu tujuan namun pemahamannya dan
tata caranya ada perbedaan dalam menjalankan ajaran Muhammad Rasulullah Saw. Hal
ini sebetulnya sudah terjadi sejak zaman para sahabat Nabi yang empat pula yaitu : Abu
Bakar,Umar,Usman dan Ali.
Inti masalahnya, perbedaan ini disebabkan oleh tingkat ilmu
pengetahuan dan adat istiadat yang berbeda diantara sahabat Nabi.
Namun karena pada
zaman itu Nabi masih hidup, maka persoalan di antara para sahabat bisa dipecahkan dan
ditanyakan langsung kepada Nabi. Karena perkembangan zaman, Islam pun berkembang
ke berbagai penjuru dunia yang,tingkat pengetahuan (kecerdasan) dan adat istiadatnya.
6
Rupanya perbedaan pemahaman ini semakin lebar dan meluas sehingga Rasulullah
mensinyalir bahwa umatnya akan terpecah menjadi 73 golongan.
2. Permintaan Iblis yang dikabulkan oleh Tuhan yaitu : Janji akan menggoda dan
menyesatkan anak cucu Adam sampai hari Kiamat.
3. Banyaknya fakta di lapangan yang kita jumpai pada saat sekarang yaitu :
a) Ulama berebut pengaruh terhadap Ulama lain dan merasa paling baik dan benar
ajarannya.
b) Banyaknya Masjid dan Langgar di bangun berdekatan dan saling beradu kemegahan.
Sehingga ajaran Agama yang mengatakan malu adalah sebagian dari Iman sudah tidak
terpakai lagi.
c) Banyak Ulama menciptakan amalan bacaan dan jimat untuk berbagai keperluan dan
tujuan.
Dari uraian tersebut, dapat ditarik satu kesimpulan bahwa penyebabnya adalah perbedaan
tingkat pengetahuan ditambah misi Iblis berupa nafsu untuk menciptakan persaingan yang tidak
baik. Karena sudah dapat disimpulkan, bahwa penyebabnya adalah dua hal yang mendasar,
maka arah pemecahannya sudah jelas.
Oleh sebab itu sebagai penerus Akhlak Rasulullah tugas
kita adalah sebagai berikut :
1. Menstandarisasi Ilmu Pengetahuan
Hal ini sangatlah penting karena ternyata perpecahan umat akibat tingkat penyerapan Ilmu
Pengetahuan berbeda. Perbedaan tingkat pengetahuan menyebabkan pertentangan antara
pemahaman Ilmu Syari’at dengan Ilmu Hakikat.
Padahal yang benar adalah merupakan satu
kesatuan, sehingga antara Ulama Fiqih dengan Ulama Sufi tetap menyatu dalam satu garis edar.
Sehingga bisa terangkat dalam tingkat Ilmu Pengetahuan yang tidak ada lagi perbedaan yaitu Ilmu
LADUNI. Berfungsinya secara benar Akal, Pikir, Ilmu dengan landasan Akhlak mulia.
2. Mendudukkan nafsu pada tempat yang benar.
Karena nafsu adalah merupakan energi penggerak, tetapi sebaliknya juga merupakan
penghalang.
Ada tiga tingkat nafsu ialah :
1) Nafsu Amarah ( nafsu yang tak terkendali )
2) Nafsu Lauwamah ( nafsu yang mulai terkendali / terarah )
3) Nafsu Mutmainnah ( nafsu yang tenang / diam )
Nafsu Mutmainnah inilah yang kita cari, karena tidak lepas dari landasan akal dan Akhlak yang
baik. Sehingga tidak terjebak oleh tipu daya Iblis yang dahsyat.
7
PENJELASAN :
LADUNI.... LA dan DUNI artinya : Pelajaran Ilmu yang tidak ada di bumi. LA itu langit dan
DUNI itu Bumi.
Jadi pemahamannya adalah pelajaran langit yang diterapkan di Bumi yaitu
terpakainya sifat QODRAT, IRADAT, ILMU ( Akal, Pikir, Ilmu ) dan Amalannya Cuma satu yaitu :
BISMILAHIRRAHMANIRRAHIM.
Tetapi isinya bacaan, bukan bacaannya yang dibaca berulang-ulang .
Bismillahirrahmanirrahim
dijabarkan menjadi dua yaitu : Pengasih itu sifat Tuhan dan Penyayang itu sifat Manusia.
Dalam bahasa pemakaian : Pengasih / Pemberi itu pekerjaan Iman dan Penyayang itu pekerjaan
Nafsu.
Untuk mencapai Ilmu Laduni hanya bisa dicapai dengan perbuatan memberi pada sesama
yang hidup dan mendudukkan Nafsu pada Nafsu Mutmainnah.
Dalam praktek sehari-hari Iman
akan berhantam dengan Nafsu, Iman hendak memberi dan Nafsu hendak menahan ( jangan
memberi ).
Perbuatan memberi berdasarkan AkuanNya, bukan Akuan Kita. Dapat diringkas
menjadi perbuatan MEMBERI DENGAN DIAM ( SIIM ).
Dengan patokan sebuah Hadits : RAHASIA
KU DI KAMU,dan RAHASIA MU DI AKU.
Banyak Pemahaman untuk mencapai Ilmu Laduni dengan
cara hendak menyatukan zat dengan sifat terus menerus dan melalui zikir yang dibaca terus
menerus mencapai ribuan kali yang intinya memuji Tuhan dengan amalan bebacaan. Ciri khasnya
biasanya orang mengamar, sehingga Habluminanas sudah pasti ketinggalan, sedang pemahaman
kita terbalik.
Cari amalan agar supaya kita ini dipuji Tuhan bukan kita memuji Tuhan, tetapi
menuruti pekerjaan Tuhan yang Pengasih. Kalau memuji Tuhan berarti Tuhan masih kurang hal ini
tidak masuk akal.
Jadi sebagai penerus akhlak Rasulullah, kewajiban kita adalah mengamalkan dan
menuruti akhlak Tuhan.
Dalam arti memperkuat pekerjaan Habluminanas sekaligus mengamalkan
Hablumminallah. Nyata sifat Tuhan Rahman dan Rahim yang kita pakai.
IV. AKHLAK SEBAGAI LANDASAN KESEMPURNAAN ILMU SYARI’AT, TARIKAT, HAKIKAT,
MA’RIFAT.
Di ibaratkan sebuah kendaraan, Akhlak merupakan supirnya ilmu Syari’at, Tarikat, Hakikat,
Ma’rifat. Apabila tidak ada supir tujuan tidak akan sampai. Supir yang baik pasti harus mempunyai
Tabi’at yang baik sehingga tujuan tidak sesat.
Kebanyakan pengamal ilmu-ilmu tersebut APABILA
TIDAK DISERTAI DENGAN AKAL DAN AKHLAK YANG BAIK. Kebanyakan TERJADI PENYIMPANGAN (
ingat peran iblis ) !!
.
Tujuan akhir pelajaran ilmu-ilmu tersebut bermuara pada dua Kalimat
Syahadat.
8
V. SYARI’AT ( TAUHID DAN FIQIH )
Tergambar dalam rukun iman, dan untuk mengamalkan Rukun Iman ini ditetapkan
kewajiban-kewajiban yang disebut Rukun Islam yaitu :
1) Syahadhat
2) Sholat
3) Puasa Ramadhan
4) Zakat
5) Haji
Pada hakikatnya sifatnya PERINTAH yaitu mengenal dan memuji Tuhan Esa ( 1) ISINYA :
Takut Neraka dan Menuju Surga. Zikirnya : LAILAHA ILALLAH. Orang yang menjalankan
berpredikat TAQWA.
VI. TARIKAT
• Yaitu Perjalanan Mencari Tuhan
• Zikirnya : ALLAH-ALLAH.............
VII. HAKIKAT
• Yaitu bertemu dengan sifat Tuhan yang tujuh (7) : Qodrat, Iradat, Ilmu, Hayat, Samak,
Bashar, Kalam.
• sinya : Gerak dan diam itu Gerak ALLAH TA’ALA. Tetapi kita tidak mempunyai apa-apa
atau LAHAULAWALAQUWATA.
Zikirnya : HU-ALLAH.
9
VIII. MA’RIFAT
• Karena sudah tahu gerak dan diam itu gerak Tuhan. Maka isi Ma’rifat adalah LENYAP
atau DIAM.
IX. PENJELASAN ( V s/d VIII )
Untuk bisa
dipahami dan utamanya bisa diamalkan isinya ( bukan
bacaannya ) mari kita
bahas satu persatu dengan
singkat.
Syahadat yaitu penekannya adalah
Supaya Manusia Mempunyai Rasa Takut, Bahwa
diatas
Kita Ada Tuhan Yang Maha Esa. Karena ada
rasa takut atas perbuatan kita, maka akal kita
disuruh
memilih baik dan buruk dan segala
Konsekwensinya akibat perbuatan kita.
Sebagai acuannya : Perbuatan baik dibalas baik
dan perbuatan buruk dibalas buruk. Karena
Tuhan
itu Laisa ( meliputi seluruh alam ) maka perbuatan
nyata maupun tersembunyi akan selalu
terkontrol
dan pasti ada balasannya.
Ingat AL-QUR’AN surat
AL-ZALZALAH ayat 7-8. Bagi yang
mempelajari ilmu
batiniyah Syahadat dijabarkan menjadi SiQadim dan
SiMuhadas.
Perbuatan Muhadas pasti
terkontrol oleh SiQadim. Barang siapa menginginkan
Muhadas
ditemui SiQadim atau SiMuhadas bisa
bermesraan dengan SiQadim. Maka Muhadas
harus
ddibersihkan lebih dahulu dengan
amalan-amalan nyata seperti perintah AL-QUR’AN
dalam surat
AL-MAAUN.
Sedang syahadat yang dibawa Nabi MUHAMAD RASULULLAH.
Shalat isinya :
Perintah sifatnya. Dalilnya : Dirikanlah Shalat,
sesungguhnya Shalat itu dapat
menjauhkan
perbuatan Keji dan Munkar. Surat Al-Ankabut ayat
45.
Coba kita kaji kembali apa yang di
pandang Allah Swt sehingga Nabi menjalani peristiwa
Isra’
Mi’raj, sedang beliau seorang Ummi ( Buta
Huruf ). Ternyata sifat beliau yang berakhlak
mulia.
Dan sejak umur 12 Tahun sudah kelihatan
sekali kejujurannya sewaktu diberi tugas
mengembala
kambing.
Karena menyangkut
Akhlak berarti perbuatan Habluminanas punya peran
yang sangat penting.
Perintah Shalat terjadi
setelah Nabi Muhammad Saw menjalani Isra’ dan
Mi’raj. Karena Fungsi
Shalat adalah Memperbaiki
Akhlak manusia yang rusak.
10
Seperti
keadaan sekarang, Shalatnya tidak pernah
ketinggalan tetapi perbuatannya banyak
yang
menyimpang berarti Shalatnya terbuang
percuma. Seharusnya semakin Shalat
perbuatannya
semakin baik. Kenapa justru banyak
ahli sujud yang terbuang Shalatnya. Karena
pelajarannya
salah dituju. Yaitu HENDAK SURGA
TAKUT NERAKA. Bukan tujuan utama Shalat
yaitu
memperbaiki Akhlak manusia.
Shalat
yang di wajibkan ( diperintahkan ) ada lima waktu.
Dan pertanyaannya kenapa Shalat wajib
5 waktu
itu, jadwal waktu yang di tentukan saat mata kita
dalam terjaga, kok bukannya
ditentukan pada saat
kita banyak istirahat yaitu pada waktu malam hari.
JAWABANNYA adalah
apakah perbuatan kita sesama
manusia ( Habluminanas ) diingatkan dari waktu
shalat yang satu
kewaktu shalat yang lain sudah
dijalankan dengan baik.
Contoh :
Isya, dijadwalkan sebelum tidur. Artinya kita
disuruh mengingat lagi apakah selama siang hari
ada
perbuatan kita yang merugikan orang lain.
Supaya kita dapat memperbaiki perbuatan kita
esok
hari.
Subuh, dijadwalkan setelah
bangun tidur pagi hari. Kita diingatkan kembali
bahwa kita segera
memasuki kegiatan sehari-hari
yang berhubungan dengan banyak manusia. Apakah akan
kepasar,
kekantor, dan lain-lain. Kita
diingatkan untuk menjaga komunikasi dengan sesama
manusia secara
baik-baik ( ingat Syirot kita
adalah lidah dan mulut kita ).
Luhur/Dhuhur,
kita diingatkan kembali pada waktu istirahat siang.
Apakah pekerjaan yang padat
dan banyak
berhubungan dengan sesama manusia itu bisa kerjakan
dengan baik, sehingga tidak
merugikan orang
lain.
Ashar, Sebelum pulang dari pasar atau
kantor kita di ingatkan kembali apakah masih
ada
pekerjaan yang menyangkut kepentingan orang
lain misalnya janji dengan orang lain ( Relasi
Bisnis
), janji bayar utang dan lain-lain
sehingga tidak mengecewakan orang.
Mahgrib,
kita diingatkan kembali apakah hasil jerih payah
sehari yang berupa rezeki yang kita
bawa pulang
untuk keluarga, kita peroleh dengan cara yang halal
atau haram.
Jadi : Isya, Subuh, Luhur,
Ashar, Mahgrib ( disingkat menjadi ISLAM ) adalah
perintah menjalankan
Akhlak Tuhan yaitu kasih
dan sayang atau dalam bahasa yang pas adalah
Menuruti Akhlak Tuhan.
Kita ingatkan bagi
ahli sujud, jangan disamakan Shalat dengan
sembahyang, kalau sembahyang
seolah-olah hanya
menjalankan Habluminallah, padahal Kalau Shalat
Urgensinya
Menyempurnakan Habluminanas Dalam
Koridor Habluminallah Atau di Bahasakan Pemakaian
:
perbuatan menuruti tuntunan Tuhan. Sesuai
dengan dalilnya apabila perilaku seseorang
yang
kasih sayang otomatis jauh dari perbuatan
keji dan munkar.
11
Rukun Shalat ada 13 yaitu :
1) Niat
2) Berdiri betul
3)
Takbirratul ihram
4) Fatihah
5) Rukuk
6)
I’tidal
7) Sujud
8) Duduk diantara dua
sujud
9) Duduk Tahiyat
10) Tahiyat Akhir dan
Salawat
11) Salam
12) Tertib
13)
Tu’maninah ( artinya menetapkan suatu rukun pindah
ke rukun lainnya )
Bagi shalatnya orang
Hakikat : Niat shalat sudah dimulai saat mengambil
air wudhu untuk
membersihkan Istinja lahir dan
Istinja batin sehingga niat shalat ( ushali ) tidak
dibaca lagi
langsung baca
BISMILLAHIRRAHMANIRAHIM langsung Takbir.
1.Mengangkat tangan keatas adalah pekerjaan
Syariat
2.Bacaan Allah adalah pekerjaan
Tarikat
3.Bacaan Hu-Akbar adalah pekerjaan
Hakikat
4.Sempurna ilmu : Ia puji bagiNya
adalah pekerjaan Ma’rifat
Pembahasannya :
Bagi orang Hakikat niat tidak dibaca lagi
saat sebelum angkat Takbir, supaya pemahamannya
tidak
MENDUA artinya ada yang menyembah dan ada
yang disembah.
Puasa Ramadhan Masuk Dalam
Kategori Ibadah. Hakikatnya Melatih Diri. Untuk
selalu melihat
kebawah Fakir, Miskin, dan kaum
serba kekurangan. Sehingga timbul rasa Iba dan
berlaku adil
terhadap kaum yang keadaanya
dibawah kita.
Caranya : Belajar memberi
makan fakir miskin dan lain-lainnya yang
membutuhkan. Pekerjaan ini
tidak lepas dari
belajar Berakhlak.
Puasa orang Hakikat
adalah menjaga penglihatan, menjaga pendengaran,
dan menjaga perkataan
serta hal-hal yang
menimbulkan Nafsu.
12
Puasanya orang
Syari’at adalah tidak makan dan minum sejak Imshak
sampai terbenamnya
matahari, dan tidak
melakukan hal-hal yang membatalkan puasa.
Puasanya orang Hakikat dijalankan setiap hari
sampai akhir hayat. Dan yang dijalankan oleh
Abah
Rusli sesuai dengan perkataan Tuhan
sebagai berikut :
1) IKHLAS dengan
PENDENGARANKU
2) RIDHA dengan PENGLIHATANKU
3) SABAR dengan PERKATAANKU
4) SANGKA BAIK
dengan KELAKUANKU
1. IKHLAS dengan
PENDENGARANKU.
Artinya apabila mendengar berita
dari orang,apakah itu berita baik,buruk atau celaan
bahkan
fitnah dan hinaan orangpun,hati kita
cepat cepat bersukur dan cepat
cepatmengembalikan,yang pada Hakikatnya yang
berlaku adalah hakNya jua.Sehingga tidak
makan
pikiran kita dan hidup kita tetap dalam keadaan
tentram kerena Keihklasan kita.
2 RIDHA
dengan PENGLIHATANKU.
Artinya apabila kita
melihat keberhasila orang lain,bik itu orang
China,orang Amerika
ataupun orang Pribumi
sekalipun tidak pandang asal-usul dan Agama.Hati
kita tidak timbul
rasa iri hati dengki dan
lain-lain.Karena Akal kita nengatakan bahwa
keberhasilan sesuai
hasil usaha dan
ihktiarnya.
Contoh lain:
Kita melihat
wanita Cantik,hati kita mengatakan itulah kebesaran
Tuhan tas
ciptaanya,sehingga hati kita Ridha
melihatnya,misal ada istri kawan kita yang cantik
cepat
kembalikan kepada yang punya Hak
(Tuhan),itu Ridha namanya,sehingga tidak lagi
tergoda
untuk menggangu hak orang.
3.
SABAR dengan
PERKATAANKU.
Artinya apabila ada perkataan
orang Marah,pencaci maki,dan sebagainya,sebaiknya
kita
cepat-cepat menghindarjangan sampai kita
justru membalasnya.Kita harus cepat-cepat
kembalikankepada yang empunya perkataan
(Tuhan),karena semua adalah Kalamnya
jua.Sebaiknya apabila kita memberi nasehat adalah
yang hidup,sedang yang hidup itu tiada
lain
adalah AKU jua.(ingat nasehat Abah Rusli yang kita
pandang adalah Hayat).
4. Artinya apapun yang
SANGKA BAIK dengan KELAKUANKU.
Artinya
apapun yang dilakukan manusia orangnya tetap
baikyang tidak baik adalah
perbuatanya
saja,oleh karena ituyang kita hadapi adalah
perbuatanya,bukan orangnya,bagi
orang Hakikat
sudah tahu apa yang dimaksud ini.
Utuk
melakukan hal-hal tersebut diatas dengan
baik,satu-satunya jalan dengan belajar
memberi
makan untuk menundukan segala bentuk Nafsu.Kalau
sudah belajar memberi,tolong
rasakan betapa
hebatnya antara Iman dn Nafsu didalam Hati
anda.
13
ZAKAT FITRAH Masuk dalam
kategori Ibadah,karena kelanjutan dari kesempurnaan
Ibadah
Puasa Ramadhan.Karena selama bulan
Ramadhan barang kali ada pekerjaan yang tecela
baik
sengaja atau tidak,sehingga Manusia kembali
kepada Fitri (Suci).Bagi orang yang
sudah
mengamalkan memberi tidak lagi memandang
apakah utu Zakat Fitrah,Sedekah.Amal
jariah
berbeda.Sebab intinya menuruti Ahklak
Tuhan yang Rahman Rahim.
Bagi orang Hakikat
yang benar : satu-satunya jalan yang cepat untuk
membersihkan
Muhadas dengan jalan memberi makan
dengan diam ( Siim ). Ada alasan tersendiri
mengapa
memberi makan kok tidak memberi dalam
bentuk lain.
Contoh : Ada seseorang sangat
kelaparan ( hampir mati ) kemudian kita beri makan
dan dia
bertahan hidup. Berarti kita menolong Si
Hayat. Atau yang hidup menolong yang hidup
pula.
Karena orang yang kelaparan tadi
tertolong jiwanya. Maka orang tadi walaupun
tidak
mengucapkan, hatinya pasti mendoakan yang
memberi pertolongan. Doanya inilah yang
paling
ampuh/cepat untuk membersihkan Muhadas si
penolong. Kami ingatkan kembali masalah
soal
memberi soal memberi makan, kepada Ahli
Sujud dan Ahli Kitab untuk mencermati
dengan
sungguh-sungguh peringatan dalam
AL-QUR’AN Surat AL-MAAUN dan Surat AL-BAALAD.Apabila
anda tidak
melaksanakan, berarti anda masuk golongan yang
tidak taat kepada Allah Swt dan
Rasullnya.
HAJI : Masuk golongan kategori Ibadah
Niat Haji menurut Abah Rusli adalah niatkan pada
hati masing-masing yang akan naik
Haji,
Mudah-mudahan setelah pulang menunaikan
Ibadah Haji jadi orang baik. Pulang Haji jadi
orang
baik berarti Makbrur apabila perilakunya
tambah kacau berarti Mardud. Hakikatnaya naik
Haji
adalah melihat bekas-bekas perjuangan
Rasulullah.
MEKAH. Dikota ini Rasulullah
membangun kembali Ka’bah menempatkan batu Hajar
Aswad
pada tempatnya. Kemudian menempatkan
Kiblat umat Islam yang dulu di arahkan ke
Masjidil
Aqsa dipindah ke Ka’bah Masjidil Haram.
( pemindahan kiblat ini di abadikan adanya
Majid
Kiblatain yang mempunyai dua arah kiblat )
yang berada di Madinnah
Pemindahan arah
kiblat ini tentu ada alasan tertentu.Setalah ketemu
dengan Abah Rusli
misteri ini baru terungkap,
alasannya adalah bahwa di dalam Ka’bah ternyata di
semayamkannya
jasad manusia pertama yaitu
ADAM.AS. Dan bagi yang tidak percaya, tidak ada
paksaan untuk
percaya !!!
Karena Adam As
dalam kajian Ilmu Bathinniyah sebagai Bapak dari
sekalian batang tubuh. Dan
Nur Muhammad ( bukan
Nabi Muhammad ) adalah Bapak dari sekalian
Roh.
14
Maka TAWAF, pada hakikatnya
adalah tempat berkumpulnya sekalian batang tubuh
yang
hidup. Dan kata Tuhan : Yang hidup itu
hakikatnya tiada lain adalah aku dengan kajian
kita.
Apabila kita Tawaf dan sampai pada bagian
Buncu Ka’bah yang ada garisnya kita disuruh
Istilam.
Yaitu mengangkat tangan keatas dan
telapak tangan diarahkan bagian buncu Ka’bah
tersebut,
kemudian setelah itu telapak
tangan kita sendiri kita cium.Hal ini mengisaratkan
kepada kita
seola-olah dapat dengan Adam As,
bahwa kita telah datang. Atau kalau kita Tawaf
Wadak ( Tawaf
perpisahan ) dianjurkan jalan kita
mundur sampai pendakian hal ini seolah-olah kita
pamitan.
BATU HAJAR ASWAD. Hal ini berkaitan
dengan Siti Hawa kalau dilihat dari bentuk anda
pasti
bisa menebak. Dan konon batu ini berasal
dari Surga. Karena orangnya memang dari Surga,
jadi
sudah klop anggapan tersebut.
Dilingkungan Ka’bah ada yang nama Hijil Ismail
dimana bawahnya ada sumur yang airnya
disebut
air Zam-Zam. Hal ini mengingatkan, Siti Hajar
mencari air untuk Ismail yang menangis
kehausan.
Dimana di gambarkan pada saat kita Sa’i dan
Safa-Marwah, yaitu perjuangan Siti Hajar
mencari
air dalam keadaan kebingungan. Kemudian Siti Hajar
kembali menemui anaknya ( Ismail )
ternyata
bekas pijatan kaki Ismail sewaktu menangis
keluarlah air dan dinamakan SUMUR ZAM-
ZAM.Di
depan pintu Ka’bah ada yang namanya Makam Ibrahim (
bekas injakan telapak kaki Nabi
Ibrahim As )
yang diabadikan. Ini adalah sebagai pertanda
perjuangan Nabi Ibrahim mengantar Siti
Hajar dan
Ismail sampai Kota Mekah dari Kota Palestina.
Konon menurut cerita, kita seolah-olah berkumpul
dipadang MA’SAR. I’tikatnya manusia
diperlakukan
sama dihadapan pengadilan Tuhan tidak akan lolos
seberat zarroh pun perbuatan
baik atau buruk.
Oleh karena itu di Arafah ini juga diperlakukan
sama, hanya memakai selembar
kain Ihram dan
selembar tikar untuk istirahat.
Walaupun di
Negerinya mungkin sebagai seorang
Raja, Presiden
atau sebagai Petani di Arafah diperlakukan sama.
Oleh karena itu kalau
bermunajat, sebaiknya
hanya satu tujuan yaitu supaya bisa menjadi manusia
yang baik.
MUSDALIFAH. Tempat istirahat
sebentar pada waktu malam, untuk mengambil batu
kerikil
untuk keperluan pelontaran di Mina.
Waktu mengambil batu, baca yang sederhana
saja
AUDZUBILLAHIMINAS
SYAITANNIRROJIM.
MINA. Adalah tempat pelemparan/Jumratul Aqobah,
Ula dan Wusto. Pengertian bagi orang
Syari’at
adalah Tempat pelemparan Setan ( melempar setan
).
Bagi orang hakikat melempar ini
dimaksud
membuang perilaku Setan ( Buruk ) yang biasa kita
lakukan, sehingga semua perilaku
buruk tersebut
tidak lagi dilakukan apabila setelah kembali
menunaikan Ibadah Haji. perilaku
burukIntinya
perilaku buruk, terganti dengan
perilaku terpuji ( jadi Haji yang Makbrur karena
akhlaknya
berubah menjadi baik ). Masalah potong
rambut, baik setelah Sa’i atau setelah selesai
melempar
batu adalah merupakan bentuk kesaksian
kita.
15
Menurut Kisah Abah Rusli
bahwa Mina ini tempat dijadikan Jin dan Setan,
berkaitan dengan
peristiwa perlakuan yang kejam
oleh Fir’aun terhadap Siti Masitah dan
anak-anaknya. Gara-gara
Siti Masitah tetap
bertahan dengan Agama Tauhid dan tidak mau kembali
ke Agama yang
menyembah berhala.
Konon
menurut cerita, anak pertama yang bernama Akobah
dimasukkan kedalam minyak
mendidih hingga mati,
ternyata Siti Masitah tidak berubah
keyakinannya.
Maka anak yang
bernama Ulo
dimasukkan lagi kedalam minyak yang mendidih hingga
mati pula, ternyata Siti
Masitah tetap teguh
pendiriannya. Maka anak ketiga yang bernama Wusto
diperlakukan sama
hingga mati tetap Siti
Masitah tidak bergeming. Karena Fir’aun jengkel dan
marah besar maka Siti
Masitah juga dimasukkan
dalam minyak yang mendidih hingga ajal. Dan menurut
cerita karena
keteguhan dan keyakinannya
terhadap Tuhan Allah Swt, jasad Siti Masitah berbau
harum.
Menurut Abah Rusli, Untuk melawan
Iblis kita amalkan : Iklas kita, Ridha kita, Sabar
kita dan
Sangka baik kita. Sehingga tidak ada
lagi pintu masuk bagi Setan.
MADINAH. Bagi
yang menunaikan Ibadah Haji di sunahkan Shalat
Arbain 40 waktu.
Mengingat kita,perjuangan Nabi
berhijrah dari kota Mekah ke Madinah, serta
mengingatkan kita
bahwa turunnya KALAMULLAH
banyak dikota Madinah ini.
Sewaktu Nabi hijrah
dari kota Mekah
ke Madinah, Nabi disambut
penduduk setempat dengan senang hati. Para Saudagar
kaya
menawarkan kepada Nabi penampungan untuk
tinggal dirumahnya.
Namun Nabi
menolak
tawaran baik tersebut dan Nabi menjawab
: Apabila keledai yang aku tumpangi tersebut
berhenti
dengan sendirinya, maka disanalah aku
akan tinggal. Ternyata keledai tersebut berhenti
sendiri
tepat di muka rumah orang yang sangat
miskin.
Dan rumah inilah yang ditinggali Nabi
untuk
menyebarluaskan ajaran Islam, yang dikenal
sekarang dengan Masjid Nabawi yang sangat
megah.
Amalan Siti Hajar yang disampaikan
kepada Abah Rusli, apabila ada seseorang
berkeinginan naik
Haji dan mudah-mudahan tidak
di matikan sebelum terlaksana menunaikan Ibadah
Haji adalah
sebagai berikut :
1) Lailaha
ilallah Adam Baitullah
2) Lailaha ilallah Arbain
Kalammuliah
3) Lailaha ilallah Araffah Allah
Allah Allah
4) Lailaha ilallah Mina Jin Ciptaan
Allah
16
TARIKAT. Adalah perjalanan
mencari Tuhan, Zikirnya : ALLAH-ALLAH. Diawali
dengan hukum
akal :
1) Setiap ada nama
pasti ada bendanya.
2) Setiap ada nama pasti
ada orangnya.
Kita mengambil jalan kedua,
yaitu siapa orangnya yang bernama Tuhan Allah
tersebut. Dalam
Kitab Tasawuf disebutkan ada
yang nama 99 Tuhan, dan masih ada satu lagi yang
dirahasiakan
untuk menggenapkan menjadi 100
Nama Tuhan.
Jalan pendekatannya dengan Dalil
AL Insanu Sirri, Wasirri Wasifati, Wasifati
Laghoiri. Artinya : (
kata Tuhan ) Insan itu
adalah rahasiaku, dan rahasia itu adalah sifatku,
dan sifat itu tiada lain
adalah aku jua.
Dengan penjelasan tersebut dapat ditarik
kesimpulan bahwa : satu nama yang dicari
sebagai
penggenap 100 nama Tuhan adalah INSAN.
Karena disandarkan Sifat Tuhan kepada makhluk
yang
bermuka/berwajah, maka tiada lain yang
dimaksud adalah MANUSIA. Dan sebutan manusia
dalam
ilmu adalah MUHAMMAD.
Keterangan :
( bukan Nabi Muhammad Saw yang di kubur di Madinah
yang dimaksud). Jadi
manusia bernama Muhammad
Saw itu ( dalam ilmu ) adalah perilaku dari 99 Nama
Tuhan ( ASMA
UL HUSNA ). Perlu di ketahui bahwa
Di Ciptakan Bumi Dan Langit, Jin Dan Manusia, Baik
Dan
Buruk. Maka peranan akal menjadi sangat
penting untuk menimbang perbuatan baik dan
buruk.
Menurut Ilmu Batiniyah, manusia di
ciptakan dari Api, Angin, Air dan Tanah. Karena
Api
merupakan sifat Jin/Iblis yang pada
dasarnya berakhlak buruk, maka pengamal Tarikat
harus hati-
hati. Jangan sampai kita di
tumpangi, karena sifatnya sangat halus
kadang-kadang tak terasa
bahwa kita telah di
tumpangi.
Kalau tidak hati-hati pengamal Tarikat
bisa menjadi gila karena
lepas dari akal sehat
dan akhlak yang baik.
Dan kenyataan sudah kita
jumpai pengamal AURIYAH-
TAMBUNIYAH, yang
menurut Abah Rusli mereka secara tak sengaja
ditemani oleh empat sahabat
Jin, dan kalau di
Foto, empat sahabat tersebut berkepala ular.
Orang tersebut akan kelihatan sakti
dan bisa
berjalan kemana-mana, sehingga kdang-kadang manusia
tertipu oleh tipu daya Jin dan
menyebut, orang
tersebut seorang Wali karena kehebatannya.
Ciri-ciri orang tersebut biasanya
minumannya
kopi pahit.
Oleh karena itu kita
ingatkan harus hati-hati sebagai penerus ajaran
Rasulullah yang benar, jangan sampai tertipu oleh
tipu daya Jin/Iblis. Ciri-ciri lain pengamal
Tarikat
yang sesat yaitu suka mimpi-mimpi dan
suka merasa-rasa seperti ketemu datuk penguasa
gunung
atau hutan dll.
Kata kunci : Bagi
pengamal Tarikat supaya tidak sesat adalah dengan
akal sehat disertai Akhlak
yang baik.
17
HAKIKAT. Zikirnya Hu-Allah. Hakikat
adalah pemahaman yang menggambarkan isi
yang
tersirat. Inti pemahaman Hakikat dalam Ilmu
Batiniyah adalah bahwa gerak dan diam itu
adalah
gerak Tuhan. Dalilnya : Dimana kamu
menghadap disitu ada aku. Rata-rata pemakaian
Ilmu
Batiniyah yang telah lewat hendak
menyatukan Muhadas dengan si Qadim lewat bacaan
HU-
ALLAH sebanyak-banyaknya.
Dan
parahnya menurut pemahaman mereka bahwa pekerjaan
Muhadas merupakan
pekerjaan Si Qadim juga. Atau
yang diluar sama di dalam.
Dikenal dengan paham
Ilmu sebuku
sehingga orangnya ter Aku Tuhan.
Sehingga pekerjaan apa saja baik atau buruk adalah
sama saja,
karena pemahamannya merupakan
pekerjaan Tuhan juga akibat pemahaman ini timbul
seperti
harta orang harta kita, istri orang
istri kita, berbuat jinah dan perbuatan Amoral
lainnya pun
dianggap tidak ada dosa atau
balasan. Atau istilah orang Banjar sudah barani
balapas.
Kesalahan pemahaman tersebut
diatas, jelas nyata-nyata kehilangan kehilangan
akal sehat
dan Akhlak yang baik sebagai manusia.
Sehingga tidak ada bedanya perbuatannya
seperti
Binatang, karena tidak kenal lagi
hak-hak orang lain maka martabatnya sama dengan
hewan.
Menurut Abah Rusli : Pemahaman
Hakikat adalah Bertemu dengan sifat Tuhan yang (7)
Yaitu
Qodrat, Iradat, Ilmu, Hayat, Samak,
Bashar, Kalam, disandarkan kepada kita. Tetapi kita
tidak
mempunyai apa-apa atau kosong ( La
Haulawalaquwata ) atau dalam Tasawuf bahwa kita
sudah
mati lama atau mati dalam pandangan Ilmu
Hakikat Antal Mautu Qablamaut.
Penjabarannya :
7 Sifat Tuhan : Qodrat, Iradat, Ilmu,
Hayat, Samak, Bashar, Kalam.
5 Sifat Hamba :
Hina/Fakir, Bodoh, Tuli, Buta, Bisu.
Tujuh
Sifat Tuhan itu tergantung di Hayat. Apabila hayat
ini kembali, maka 6 Sifat Tuhan
lainnya
mengikuti. Atau badan Wadak itu sebagai kurungan 7
Sifat Tuhan. 7 Sifat Tuhan itu hanya
disandarkan
saja pada kita.
Bukan diberi, Tolong dipahami
betul-betul supaya tidak salah tafsir.
Sedang
pada hewan disandarkan 4 Sifat saja yaitu : Hayat,
Samak,Bashar, Kalam, dan yang
membedakan dengan
kita ( Manusia ) adalah Sifat Qodrat, Irodat, Ilmu
atau dalam bahasa
pemakaian AKAL, FIKIR, Dan
ILMU.
Jadi sudah jelas bahwa kekeliruan paham
sebuku adalah
hendak menyatukan terus antara zat
dengan sifat.
Atau dalam tingkatan Ilmu
hendak bermain diatas terus dan tidak mau
cepat-cepat turun
kebawah. Karena Tuhan itu
berakhlak Rahman dan Rahim, maka cepat-cepat
diperbaiki perilaku
Muhadas supaya sama
Akhlaknya dengan Tuhan ( Si Qadim ).
18
Ada pertanyaan kenapa posisi Hayat ditengah, kok tidak diatasnya Qadrat sedang Hayat
( hidup ) itu lebih dahulu.
Jawabannya : Karena
Tuhan selalu berbuat adil terhadap siapapun.
Pemakaian Ilmu Hakikat
menurut Abah Rusli
sebagai berikut : ( pandangan didalam ) :
1)
HU – itu Aku
2) ALLAH - Adalah Nama Ku
3)
NAIK TURUNNYA NAFAS - Adalah Zat Ku
4) YANG
INGAT,KUASA- BERILMU itu Aku. Sedangkan Kamu ( Kita
) itu Pelupa, Hina, Bodoh.
Karena Kamu ( Kita )
Lahaulawalaquwata ( tidak punya daya apa-apa)
5)
5AHMAD – itu adalah Orangnya yang berlaku
memerintah kepada Si Muhadas
Maka berlakulah Syahadat ADAM yang dikatakan Abah Rusli yaitu :
• LAILAHA ILALLAH AHMAD KALAMMUALLAH
•
ILALLAH MUHAMMAD RASULULLAH
Cerita Nabi Adam
As Kepada Abah Rusli tentang kejadian alam adalah
sebagai berikut :
•Semula Alam itu Kosong, •
kemudian baru ada Angin,• setelah ada Angin baru ada
Air,• setelah ada
•Air baru ada Tanah,•dikatakan Abah Rusli yaitu : setelah ada
Tanah baru diciptakan ADAM.• Setelah ada ADAM baru
ada nama
ALLAH.
Karena Jin/Iblis tercipta lebih
dahulu yaitu API. Maka permintaan Iblis kepada
Tuhan,
bahwa akan menggoda ADAM berserta anak
cucunya dikabulkan. Maka komplitlah dalam
diri
ADAM terdiri dari API, ANGIN, AIR, dan
TANAH.
MA’RIFAT. Isinya Lenyap atau Diam
Untuk mengkaji isi ma’rifat sebaiknya kita simak beberapa dalil yaitu :
a. Awalludin
Ma’rifatullah = Awal Agama mengenal Allah
b.
Barang siapa tidak mengenal diri, maka tidak akan
mengenal Tuhannya
c. Gerak dan Diam adalah
tiada lain gerak dari Allah Swt
Karena sudah
kita bahas dan tahu perjalanan akan Ilmunya dari
Syari’at, Tarikat, sampai Hakikat,
maka isi
daripada Ma’rifat adalah Lenyap atau Diam.
Dalam mengamalkan Ma’rifat terpecah menjadi dua jalan yaitu :
1. Hendak menyatukan Sifat
dengan Zat. Lewat Zikir dan biasanya
pengamalnya
melakukan dengan mengamar (
Mahaluat ) sehingga pekerjaan Habluminanas di
tinggal.
2. Memperkuat Habluminanas,
memperbaiki Akhlak si Muhadas menuruti Akhlak
Tuhan
dengan melewati Pintu Hayat.
19
Dengan tujuan Si Qadim menemui Si Muhadas atau
kejadian Aku bertemu Aku atau
istilah lain diri
bertemu dengan sebenar-benarnya diri, dalam
pandangan Ilmu Batiniyah.
PENJELASAN JALAN PERTAMA ( 1 ) :
Hendak menyatukan sifat
dengan zat lewat Zikir dan biasanya Pengamal
mengamar (
Mahaluat ) karena membaca Zikir
ribuan kali.
Jalan ini termasuk Golongan yang salah
tafsir
mengenai DIAM. Pengertian diam ini
ditindak lanjuti dengan Mengamar, melakukan zikir
beribu
kali tujuannya hendak menyatukan sifat
dengan zat. Karena mengamar terus berarti
pekerjaan
Habluminanas ditinggalkan, otomatis
pekerjaan Ahklak sebagai manusia ditinggalkan.
Dan disinilah Iblis melihat celah-celah sebagai
kelemahannya, sehingga Iblis masuk dalam
Alam
fikiran pengamal secara tidak sadar. Dan
menafsirkan gerak dan diam itu tiada lain
adalah
gerak Tuhan. Dijadikan pengertian secara
mentah : Gerak Tuhan sama dengan gerak kita
sehingga
pengertiannya, menjadikan perbuatan
kita merupakan perbuatan Tuhan, akuan kita sama
dengan
akuanNya. Dan dikenal sebagai ILMU SEBUKU
dan pengamalnya berpegang pada
AURIYAH
TAMBUNIYAH.
Akibat pengamal ini :
1. Apabila akalnya hilang, karena tidak
tercapai menyatukan Sifat dengan Zat maka yang
kita
temui menjadi GILA
2. Apabila akalnya
tidak hilang, pengamal tidak terasa ditumpangi
pekerjaan Iblis, Setan, Dan
Jin. Maka perilaku
pengamal ini betul-betul menjadi Iblis yang Maujud.
Karena perbuatan
kita juga perbuatanNya. Sampai
timbul anggapan bahwa Harta orang Harta Kita Istri
orang
Istri Kita, pekerjaan baik dan buruk sama
saja. Sehingga yang mengmalkan kehilangan ADAB
dan MARTABAT. Yang tak lain Bermartabat Binatang
karena sudah tidak bisa membedakan
Halal dan
Haram, Baik dan Buruk, tidak kenal Dosa serta
balasannya.
3. Ma’rifatNya jadi SESAT, karena
diiringi sahabat Empat ( 4 ) seperti IBLIS, SETAN,
JIN ISLAM,
JIN KAFIR. Pengamal Auriyah
Tambuniyah hebat juga dengan diiringi Empat
sahabat
tersebut.
Inilah tipu daya Setan yang
tidak difikirkan oleh pengamal. Pengamal ini juga
akan
bisa jalan kemana-mana seperti Ke Mekah,
Sakti, Dengan tenaga dalamnya, Tahu rahasia
orang yang minta tolong, dsb. Sehingga orang yang
melihatnya terjebak dengan tipu daya
Iblis dan
kadang-kadang berani disebut sebagai WALI.
20
PENJELASAN JALAN KEDUA ( 2 ) :
Dasar pemikirannya adalah bahwa gerak dan diam
Muhadas itu tergantung pada 7 SIFAT
TUHAN yang
disandarkan. Apabila 7 sifat Tuhan kembali kepada
yang memilki sifat, yaitu Zat
Tuhan yang Qadim
Artinya Kekal tiada rusak selamanya.
Maka
Simuhadas ini tamat riwayatnya alias mati. Atau
dalam ilmu Hakikat dikenal mati
Ma’nawiyah atau
sebutannya Lahaulawalaquwata artinya tiada punya
daya apa-apa alias tidak
kekal, rusak dan kosong
sifanya.
Pengertian Muhadas dalam Ilmu
adalah menyangkut perbuatan nyata yang dilakukan
jasad di
Alam dunia ini, oleh karena itu jasad
dikenal tidak kekal, rusak atau mati.
Dan
yang membuat rusak martabat jasad atau jasmani itu
karena perbuatan Buruk yang
dilakukan secara
nyata. Supaya jasad ini bisa terangkat martabatnya
atau dalam bahasa ilmu
supaya perbuatan Muhadas
ini berakhlak baik diperlukan upaya untuk melakukan
perbaikan.
Ingat sebuah Hadits : Mulanya ADAM
itu berdosa.
( karena ada sifat Api ) karena
kita hidup di Alam nyata maka caranya perbaikan
dengan Amalan
nyata pula bukan dengan cara
mengamar ( Mahaluat ). Karena Amalan nyata ini
ditujukan untuk
sesama manusia, maka pekerjaan
Habluminanas jadi sangat penting, karena menyangkut
AKHLAK
!!!
Untuk memperbaiki Akhlak
Muhadas ini hanya ada satu jalan Amalannya
yaitu
BISMILLAHIRAHMANNIRRAHIM tapi isinya,
bukan bacaanya. Karena isinya Rahman dan
Rahim,
maka caranya dengan jalan memberi (
Khususnya memberi makan ) dengan Diam/Rahasia.
Karena
yang dijalankan dalam koridor ilmu
Ma’rifat, maka jalannya secara rahasia pula, supaya
tidak
terjadi pujian orang yang bisa
menggugurkan kembali amalan kita.
Amalan
memberi dengan Diam supaya hasilnya sempurna,
menurut Abah Rusli lewat : IHKLAS KU
RIDHA KU,
SABAR KU, SANGKA BAIK KU.
Maka amalan
memberi ini berdasarkan AkuanNya, bukan Akuan kita
karena kita
Lahaulawalaquwata. Abah Rusli
berpesan dalam bahasa mantik : antara kucing dengan
tikus.
Kalau kucing ingin bertemu dengan tikus,
selama kucing ini belum jadi tikus menurut
pandangan si
tikus, maka si tikus tidak akan
keluar dari lobang tikus.
Apabila kucing ini
menurut pandangan tikus sudah seperti dirinya (
tikus ). Maka tikus
tersebut akan keluar menemui
si kucing yang kelihatan jadi tikus. Inilah puncak
amalan sehingga :
AKU BERTEMU AKU. Serasi antara
si Qadim dengan si Muhadas.
21
Amalan
Abah Rusli selama 16 Tahun ini dilakukan lewat
pintu hayat yaitu dengan jalan
memberi makan
dengan Diam. Karena sangat rahasianya beliau istri
dan anaknya tidak tahu.
Setelah kejadian 1
Syawal 1999, memberi makan di rumahnya di contohkan
oleh beliau sebagai
pelajaran yang mau
mengikuti. Pelajaran ini pun masih ada yang
mengatakan Riya’ dan Fitnahpun
masih banyak
terjadi seperti menyembelih sapi yang dibagikan
kepada warga setempat, Rupanya
setelah kita
pelajari ada unsur Iri dan memang merasa pintar.
Memberi yang dinyatakan memang
bisa menjadi
Riya’ apabila memberi berdasarkan akuan kita,
tetapi apabila memberi makan
berdasarkan
akuanNya tidak menjadi masalah ( malah menjadi baik
).
Ada pertanyaan, kenapa dalam 7 sifat
Tuhan kedudukan hayat di tengah, padahal hayat
itu
bobotnya lebih tinggi daripada Qodrat.
Kenapa duduknya hayat tidak di atas Qodrat.
Jawabannya mudah : yaitu Karena Tuhan itu
bersifat Adil dan kasih sayang. Coba kita fikir
apabila
kedudukan hayat diatas Qodrat, maka anak
kecil, orang bodoh tidak akan bisa
mengamalkan
kebaikan. Karena syaratnya orang
tersebut harus berilmu terlebih dahulu.
Karena
Tuhan itu Adil,
maka kedudukan hayat di tengah,
sehingga orang yang buta huruf ( UMMI ) pun seperti
Nabi
Muhammad bisa mengamalkan amal kebajikan
sehingga akhlaknya sempurna sampai
Tuhan
menjalankan Muhammad untuk ber Isra’ dan
Mi’raj.
Setelah sampai di Sidratul Munthaha
Muhammad tidk melihat apa-apa. Dan beliau
berfikir
barang kali aku ini Tuhan. Dan saat
itulah Tuhan menjawab HU ( AKU ) maka
taubatlah
Muhammad dengan mengucapkan
Ashadhualla ilahailallah ( HU ) Waashadhu anna
Muhammad
Rasulullah.
Disinilah pengertian yang
benar bahwa sesungguhnya Muhammad ( ITU )
pesuruh
Allah. Bagi yang mengkaji ilmu Batiniyah
yang benar, bahwa yang dimaksud
Muhammad
Rasulullah itu tiada lain adalah Nur
Muhammad.
Oleh karena itu Syahadat bagi orang
Hakikat
adalah Ashadhualla ilahailallah ( HU )
Waashadu anna Muhammad Rasululah. Dengan
pengertian
Antara yang Empu Nya perintah dengan
yang diperintah tidak terpisah.
Disinilah
banyak ahli ilmu batiniyah salah tafsir, karena
yang menjalani Isra’ dan Mi’raj
kebetulan juga
bernama Muhammad, maka dikira bahwa Nabi Muhammad (
Yang Zahir ) inilah
yang dimaksud Muhammad
Rasulullah.
Salah tafsir inilah menimbulkan
kajian ilmu batiniyah yang salah, seperti kajian
ilmu sebuku.
Sehingga pengertiannya menganggap
bahwa yang diluar sama yang didalam, atau
perbuatan
Muhadas sama dengan perbuatan Qadim.
Akibatnya fungsi akal jadi hilang, padahal akal
inilah
kunci untuk menimbang perbuatan baik dan
pebuatan buruk, sehingga manusia
mempunyai
Akhlak yang baik.
Apabila
manusia sudah kehilangan akal dan Akhlak yang baik,
sudah bisa dipastikan manusia
tersebut
kehilangan ADAB dan perilakunya, kurang lebih
seperti binatang.
22
Kesimpulan :
Tidak akan pernah sempurna pekerjaan
Hablumminallah apabila tidak melakukan
pekerjaan
Habluminanas dengan baik.
Tidak
akan sempurna ilmu atau iman seseorang apabia tidak
diperbaiki akhlak seseorang
lebih dahulu.
Ada tujuh jalan untuk membersihkan Muhadas
dengan cepat melalui dengan AkuanNya (
memberi
dengan diam ) sebagai berikut :
1. Memberi
kepada orang-orang yang memang sudah menjadi
kewajibannya seperti istri, anak
dan orang lain
menjadi tanggungannya.
2. Memberi dengan diam
kepada orang yang menderita kelaparan
3.
Memberi dengan diam kepada anak yatim piatu dan
fakir miskin
4. Memberi dengan diam kepada
janda-janda tua yang melarat
5. Memberi dengan
diam kepada orang yang melahirkan, sebab yang lahir
itu tiada lain adalah
Ahmad
6. Memberi
dengan diam kepada musafir kehabisan bekal
7.
Memberi dengan diam kepada mualaf dan orang-orang
yang benar-benar berjalan di jalan
Allah (IBNU
SABIL)
Dalam soal memberi, ditekankan pula
tidak memandang suku, ras dan agama karena yang
di
pandang hanya pada sifat HAYAT. Masalah
keyakinan itu yang menanggung adalah
masing-masing
penganutnya.
Hal-hal
tersebut diatas relevan dengan peringatan AL-Qur’an
surat Al-Maa’un dan Al-Balad,
tolong yang merasa
ahli sujud dan ahli kitab dikaji surat tersebut,
dan rasakan serta fikirkan
apakah anda itu ISLAM
sebenarnya.
Pada zaman Nabi Muhammad
pemberian yang iklas itu hanya di isyaratkan tangan
kanan
memberi, tangan kiri tidak tahu, belum
tahu cara memberi.
Adapun cara memberi menurut Abah Rusli adalah sebagai berikut :
Apabila Si A akan memberi kepada Si C, maka Si A
memberi Si C lewat tangan Si B. Dan pesan
Si A
kepada Si B, apabila Si C bertanya dari siapa
barang tersebut maka Si B menjawab
barang
tersebut titipan orang.
Dan yang paling
bagus adalah Si A memberi lewat Si B, dan Si A
tidak tahu
siapa saja yang diberi oleh Si B.
Sehingga Si A dengan orang yang diberi tidak tahu (
sama-sama
tidak tahu ) sehingga pujian dari
orang yang diberi tidak menggugurkan amalan
kebajikan Si A,
inilah jalan yang paling iklas.
Apabila ada kalanya yang harus kita berikan lewat
tangan kita sendiri,
maka kita ucapkan titipan
orang. Misalnya memberi Masjid.
23
Amalan ini telah di jalankan Abah Rusli selama
16 tahun, sebelum kejadian 1Syawal
1999.
Sampai-sampai istri dan anak-anaknya tidak
tahu karena sangat rahasianya Abah Rusli.
Delapan
tahun pertama, tepatnya malam ke 21 ±
jam satu malam bulan Ramadhan tahun 1991
beliau
bertemu Lailatulqodar dengan di tandai
melihat Nur yang membelah dari utara ke selatan
di
langit.
Pada saat itu antara Qadim
dengan Muhadas maih terpisah, karena waktu
terangkat ke atas
Abah Rusli melihat jasadnya
ketinggalan dan sajadah yang dipakai waktu shalat
hilang sampai
sekarang. Dan pada waktu itu
beliau berdoa : YA ALLAH, KUATKANLAH IKLASKU,
RIDHAKU,
SABARKU, DAN SANGKA BAIKKU SEHINGGA AKU
BERTEMU AKU. Amalan memberi ini
rupanya
puncaknya tahun 1997, dimana negara
mulai terjadi krisis moneter dan khususnya di
Kaltim
terjadi krisis pangan yang luar
biasa.
Sehingga beras dari dolog dibagi
dengan jatah lewat lurah-lurah. Pada saat itu
beliau
membeli beras kira-kira 3 ton, dan di
bagikan sebagian besar ke tanah hulu, 600 kg lewat
mobil
bataliyon yang kebetulan ikut operasi
beras, dan sebagian lagi di bagi untuk keluarga,
tetangga
dan daerah kita sampai Loa-janan.
Inilah puncak amalan surat Al-Balad. Rupanya Tuhan
selalu
memperhatikan perbuatan Abah Rusli,
sehingga menjelang hari Raya Idul Fitri tahun 1999
beiau
membagikan Zakat Fitrah dan Sedekah
lainnya, pada malam harinya kira-kira jam 1 malam
beliau
di jalankan layaknya Isra’ yaitu dari
rumah ke Masjidil Haram melakukan tawaf dan sa’i
kemudian
ke Arafah, diteruskan ke Musdalifah
mengambil batu kemudian ke Mina melempar batu
setelah
itu potong rambut. Dari Mina jalan lagi
ke Masjidil Aqsa baru pulang kerumah.
Pada pagi
harinya
beliau akan berangkat ke Masjid
Bataliyon untuk shalat Id, tetapi karena badan
beliau rasanya
lelah sekali beliau tidak jadi
berangkat.
Dan tepat Khotib naik mimbar karena dari
rumah beliau
kedengaran suara mic, dan Khotib
membacakan Alhamdulillah, Alhamdulillah pecahlah
seperti
swara guntur bertepatan dengan
terbukanya Hijab Abah Rusli sehingga AKU BERTEMU
AKU Dan
saat itu Abah Rusli mengucapkan
Subhanallah, Alhamdulillah, Allahu Akbar pada saat
itu terbuka
Hijab dalam dua menit, rasanya di
alam Ahmad, Rahmat dan Nikmat seperti dua
tahun.
1 Syawal 1999, sebagai sejarah
kehidupan beliau dalam Mengamalkan ilmu dan
Amaliyahnya
telah lulus. Kalau di hitung-hitung
kenikmatan di alam Ahmad Rahmat dan Nikmat adalah
99 %,
sedang di dunia hanya 1% sehingga tidak
bisa di bayangkan.
Pada saat terbuka Hijab seperti
ada
perintah unuk memberi tahu istrinya untuk
melihat ada orang Duduk Tahiyat di atas
langit
berjubah hijau dan bersurban kuning
menembus awan, dan di saksikan sebagian
tetangganya.
Setelah kejadian itu ada
peristiwa lain yang ganjil yaitu satu orang (
orangnya ) di rumah
tetapi foto copy nya
berhamburan di mana-mana. Dan menurut ilmu, satu
orang aslinya, 99 foto
copy nya sehingga genap (
100 ). Dan 99 itu dari Asmaul Husna Rupanya inilah
yang membuat
gempar hingga hari ke 13 mulai
banyak orang berdatangan sampai puluhan ribu
orang.
24
Setelah hari ke 41, layaknya
seperti orang sekolah ada acara wisuda. Dimana
acara tersebut
dibuka oleh Nabi Ibrahim dan di
tutup oleh Nabi Muhammad. Pada waktu itu dihadiri
25 Nabi dn
Aulia-aulia penerus Nabi. Pada saat
itu di serahkan 2.000.000 jubah awal kita dan
sekarang
perebutkan oleh orang-orang yang sudah
mati dan masih hidup, tentunya ada
pertimbangan
khusus bagi yang layak menerimanya.
Yang jelas jubah tersebut diberikan untuk
menyelamatkan
umat, dan sekarang kuncinya
ditangan Abah Rusli.
Keterangan masalah jubah sebagi berikut :
• Jubah berwarna
hijau itu adalah pembungkus awal kita yaitu tambuni
di dalam rahim ibu.
• Surban kuning/selendang
kuning itu tali pusat kita.
• Jubah tersebut
berkancing tujuh, artinya pemahaman dan amaliyahnya
tercapai
kesempurnaan dalam pemakaian bertemu
dengan tujuh sifat Tuhan mulai : Qodrat,
Irodat,
Ilmu,Hayat, Samak, Bashar, Kalam,
dengan kita yang Lahaulawalaquwata. Yang brmuara
pada
AKU BERTEMU AKU.
Alam perjalanan
ada tujuh juga yaitu : Alam Dunia, Alam Kubur, Alam
Barzah, Alam Nurjanah,
Alam Ahmad, Alam Rahmat,
dan Alam Nikmat. Dari tiga tingkatan yang diatas
yaitu Alam
Ahmad itu Alam orang Sabar, Alam
Rahmat itu Alam orang Ridha dan Alam Nikmat itu
Alam
orang Ihklas.
Orang yang duduknya
di alam Ahmad, orang tersebut sudah bisa jalan
kemana-mana. Untuk
melengkapi buku ini dan untuk
memperingati hari lahirnya Nabi kita Muhammad, yang
jatuh tepat
hari Senin, 12 Rabiul Awal 1422 H.
Tanggal 4 Juni 2001. Dengan Shalat hajat Nur
Muhammad
Shalat ini hanya di lakukan oleh para
Aulia-Alia di Masjidil Aqsa. Sedang yang kita
laksanakan
Shalat Hajat Nur Muhammad ( HU ). (
Ada tambahan HU ) jadi pengertiannya lebih tinggi (
kita
pengamal duduk di hakikat ).
Rakam
niat : Ushali Sunnatan Hajati Nur Muhammad HU Arbaa
Rakataini Mustakbilal Kiblati
Adaan Imaman
Lillahitaala.
Rakaat I : Baca Fatihah, Qulhu, Falaq, Annas
Rakkat II : Baca Fatihah, Qulhu, Falaq, Annas tanpa Tahiyat
Rakaat III : Baca Fatihah
Rakaat IV : Baca Fatihah
Bacaan di Tahiyat hanya
syahadat Adam di lanjutkan syahadat Muhammad lalu
salam. Salam
kekanan mendoakan umat supaya
selamat dan salam kekiri mendoakan untuk di jauhkan
dari
bala.
25
Kesimpulan :
Kenapa niatnya bukan makmuman tetapi imaman,
karena kita ini hakikatnya imam semua di
dunia
ini.
Memperingati hari lahirnya Muhammad, Sama memperingati turunnya Nur Muhammad.
Setiap anak cucu Adam pasti ada Nur Muhammad maing-masing.
Satu minggu sebelum Rasulullah
meninggal, Fatimah pernah bertanya kepada
Rasulullah, Ya
Rasulullah bagaimana caranya
supaya aku dapat beriman seperti engkau. Jawab
Rasulullah : Hai
Fatimah apabila kamu ingin
tetap dalam keadaan beriman, maka lihatlah selalu
dibawah engkau.
Artinya selalu melihat keadaan
orang yang hidupnya dibawah kita.
Shalat Sunat : Lailatul Qadar :
• Banyaknya 2
Rakaat, di lakukan pada malam ganjil Bulan Ramadhan
± jam 1 malam
• Caranya mirip Shalat
Jenazah
• perilaku buruk
Intinya :
menghadapkan tiga Nur , Yaitu :
1. Nur
ManiAllah, Nur Ma’ripatullah = Bumi
2. Nur
Fah=langit.
3. Nur Muhammad=kita.
Kepada Nur
Zat.
Ada beberapa peristiwa apabila turunnya
Nur Muhammad Bertepatan Hari Senin 12 Rabbiul
Awal dalam siklus 300 Tahun :
1. 300 Tahun
pertama Nabi lahir, berhala yang mengelilingi
Ka’bah hancur, setelah itu
terjadi perang Gajah
lawan Burung Ababil, kemudian terjadi perang
Badar
2. 300 tahun kemudian, terjadi perang
orang Islam lawan orang Islam/Bani Abas lawan
Bani
Umayah
3. 300 tahun kemudian, terjadi
perang Salib ( prebutan kota Roma oleh kaum
Kristen,
hingga Masjid di jadikan Gereja )
4. 300 tahun kemudian, terjadi perang dunia
pertama
5. Abad 14 menuju Abad 15 tepatnya hari
Senin, 12 Rabiul Awal 1420 H, terjadi perebutan
kekuasaan antar umat Islam khususnya di Indonesia.
Dan belum ada seorang Raja atau
Presiden yang
di pimpin oleh Buta kecuali negara kita ( Indonesia
).
26
X. BAGAN ALUR
ILMU SEBUKU/AURIYAH TAMBUNIYAH





CARANYA:Perbaiki Ahklak kita ,ikuti ahklak Tuhan yang pengasih dan penyayang “BISMILLAHIRAHMANNIRAHUM”.
Isinya memberi lewat pintu hayat.(ingat pelajaran 7 sifat Tuhan yang di sandarkan kepada Muhamad.Karena menyangkut ahklak berarti kita memberi kepada sesama Manusia.Karena lewat pintu hayat,maka yang paling mulia MEMBERI MAKAN YANG HIDUPNYA DIBAWAH KITA.
Penekananya pada kata perbuatan :Serasikan apa yang di mau Ahmad ,yang benar yaitu RAHMAN RAHIM.Itu juga yang dilakukan Muhamad yang benar yaitu melakukan RAHMAN RAHIM ,yang dilandasi :IKHLASKU,RIDHAKU,SABARKU ,SANGKA BAIKU sampai dalam ilmu Bathiniah AKU BERTEMU AKU.
AKU BERTEMU AKU:
1. pupuslah semua perjalanan ilmu dan amaliahnya,kita telah lulus mengemban 7 sifat Tuhan,serta diiringi JIBRIL,MIKAIL,ISROFIL,I JROIL.
2. 99 Nama /sifat yang digerakan Ahmad =99 Nama /sifat yang dilakukan Muhamad.
Artinya:
Satu (1) orang pelaku yaitu Muhamad atau kita,dapat mengemban 99 nama sifat Tuhan,atau satu (1) orang yang asli +99 orang foto copy GENAP 100.